Gallery Puisi: Coretan si Bocah

Ini adalah tempatku untuk mencurahkan segala yang terlintas dalam pikiranku melalaui coretan-coretan ringan...

Rabu, Oktober 31, 2001

Air mata

jangan basahi air matamu
aku jadi tak tahu kalau kau menangis

jangan basahi air matamu
biarkan dia mengering...

Jumat, Oktober 26, 2001

Saat Kau Bermimpi...

saat kau bermimpi
walaupun indah, jangan sampai terjerat di dalamnya. Karena mimpi tetaplah mimpi. Orang bilang, mimpi dapat menjadi nyata. Kalaupun indah...jalanilah sebagai bagian dari kenyataan

Hari ini, kau buat mimpiku menjadi nyata. Dan rasakanlah -- walaupun tak seindah mimpi -- kehidupan kan lebih menyenangkan kau lalui

Aku sadari, karena kau mimpiku menjadi nyata. Atau...hidupku yang menjadi seindah mimpi ?! Entahlah, yang pasti kau nyata dan ada di sampingku...

Terimakasih !

Kamis, Oktober 25, 2001

Persimpangan hidup

Persimpangan itu telah kau lalui, tak ada lagi yang perlu ditakuti karena kau sendiri yang telah memilih. Yakinlah selalu pada apa yang telah menjadi keputusanmu itu. Jangan toleh kebelakang; atau kamu akan tertinggal. Majulah terus, selama jalanmu masih lurus. Persimpangan pastilah kan ada... Untuk membuatmu memilih kembali... Saat itu janganlah bimbang dan ragu, karena persimpangan itu ada dan selalu akan ada untuk di pilih kembali...

Rabu, Oktober 24, 2001

Untuk Bintang Jatuh

untuk bintang jatuh
yang membawa mimpi, doa, harapan, keinginan, dan cinta

sampaikan maafku padanya
rinduku pada mereka
dan cintaku pada dia

Senin, Oktober 22, 2001

Hidupmu adalah mimpi bagi sebuah catatan usang....

Seperti sebuah catatan harian yang panjang, kini sebuah cerita terbentang di depanku. Sebuah cerita yang tak ada lagi pembatas, tak ada lagi rahasia, tak ada lagi kebohongan; yang seharusnya aku hormati atas semua itu.

Bukannya aku tak peduli. Mungkin, lebih baik rasanya aku tak membaca suratmu ---maka kututup mataku--- Ingin rasanya tak kudengar ceritamu ---maka kututup telingaku--- Suatu kejujuran yang menyakitkan. Pernahkah kau rasakan?! --mungkin tidak! Hidupmu terlalu nyaman, yang setiap hari dipenuhi tawa dan senyum dari orang-orang tercinta. Hidupmu adalah mimpi bagi sebuah catatan usang....

Ini bukan sajak patah hati seorang pemuda yang ditinggal kekasihnya. Bukan juga renungan tentang hidup dari seorang pujangga yang kesepian.

Jeritan hatimu sampai ke mataku, hidung, dan mulutku. Tapi takkan mampu membuka hatiku. Jadi, berhentilah menjerit. Kau tau itu percuma !

Karena kini hatiku terbuka hanya untuk DIA...

Sabtu, Oktober 20, 2001

Menanti Jawaban

mengikat hasratku
membawa imajinasi ke alam sorgawi
khayal lenyap dalam sukma
hati menembus kelana mitasi

selalu kutanyakan,
dapatkah ketemui kau di sana?
kunanti jawabmu...
yang tak kunjung datang
....
sedangkan malam,
makin tenggelam dalam-dalam
dalaaaaaam sekali....
seolah takkan ada pagi hari !

kunanti jawabmu...
yang tak kunjung datang

Aku bukan mereka

setiap saat
setiap dia ada di sini
ku slalu berkata
'Aku bukan mereka'

bila dia datang
bila dia kembali padaku
ku slalu berkata
'Aku bukan mereka'

Tidak !
Bukan !
Tolong beri tau dia
kalau aku bukanlah mereka !!!

Kamis, Oktober 18, 2001

Apakah cinta itu ?

dari seorang teman, untuk temanku....
Apakah cinta itu ?
mereka yang naif melihatnya, menyebutnya tanggung jawab
mereka yang bermain dengannya, menyebutnya kesenangan
mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian
mereka yang tulus mencintai, menyebutnya takdir

dan kau pasti tahu benar dimana cintamu telah kau tempatkan
walau kau tak tahu benar siapakah sebenarnya takdirmu

Kadang, Tuhan yang mengetahui yang terbaik
akan memberi kesusahan untuk mengujimu
kadang Dia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya
tertanam dalam dihatimu

Jika kau kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya
alasan yang kadang sulit untuk kau mengerti
namun kau tetap harus percaya, bahwa ketika Dia mengambil sesuatu
Dia telah siap, memberi dia yang lain yang lebih baik untukmu

Jika seorang gadis pergi
mungkin di suatu pagi, sebelum kau bangun dari tidurmu
gadis yang kau nanti akan diam-diam melangkah di muka pintumu
dan dia akan menaruh bunga wangi di ambang pintu untukmu

Mengapa kau saat ini harus menunggu?
karena walaupun kau ingin mengambil suatu keputusan
kau tidak ingin tergesa-gesa bukan?
karena walaupun kau ingin cepat mencintai
kau tidak ingin sembrono dan menyesali

Karena walaupun kau ingin segera menemukan
atau mendapatkan gadis yang kau cintai
kau tak bisa meraihnya dalam semalam

Jika ingin berlari darinya
belajarlah berjalan perlahan menjauhi dahulu
namun jika ingin bahagia dalam cintamu
belajarlah mengapung diatasnya dahulu
jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dengan benar

Dan benar, lebih baik menunggu orang yang kau inginkan
daripada memilih apa yang telah tersedia
tetaplah lebih baik menunggu dia yang kau cintai
daripada memuaskan diri dengan kebahagiaannya
lagi pula, kau belum tahu benar bukan
apa yang sebenarnya terjadi?

Tetaplah lebih baik menunggu seorang yang tepat
karena hidupmu terlampau berharga untuk dilewatkan
bersama sebuah pilihan yang salah

Karena penantianmu mempunyai tujuan yang misterius
.... dan mulia ...
itu pengertianku dari apa yang kau nantikan dan kau sebut 'karunia'

barangkali benar perasaanmu, bahwa dia 'karunia milikmu' dari-Nya
dikirim dari surga, dan diberkahi para malaikat
pada saat dia datang melangkah ke pintumu
pada saat bahkan kau tak pernah mendengar namanya
saat kau bertemu pada malam tersuci..
saat salju di kotamu mulai merintik satu-satu..

benar dia karuniamu, se-innocent seorang bocah
aku duga ia selembut seorang peri

Kau cukup mengenalnya?
ku beri tahu sesuatu tentang dia,
bunga Lilia, dia tidak mekar dalam waktu semalam
cantik kota Muenchen tidak dibangun dalam sehari
kehidupanmu juga dirajut dalam rahim bunda selama ratusan hari

Walaupun menunggu membutuhkan banya hal
imanmu, keberanianmu, keteguhan dan pengharapanmu
juga kau akan merasakan puncak kesedihanmu, kesunyianmu
keresahanmu dan ketakutanmu, biarkan semua itu kau lalui
namun penantian menjanjikan satu hal terindah yang tidak
dapat seorangpun bayangkan

Pada akhirnya, Tuhan dalam segala rahman rahim-Nya
meminta kau menunggu, karena suatu alasan-alasan penting
yang kau tak tahu, untuk kebaikanmu
mungkin untuk kebaikan dia juga

Sembuhlah dalam sakitmu
sayangilah seorang yang menyakitimu
mungkin ia hanya tak tahu apa yang telah dilakukannya
dan dia benar, lupakanlah semua yang meresahkanmu

hidupmu terlalu berharga untuk membenci
puisi terindah untuknya telah kau tulis dalam bait duniawi
namun tetap cintai dia dalam impianmu
tetaplah tuangkan semangkuk teh hangat untuknya
jika suatu hari, ia melangkah datang, meski bukan khusus untukmu

walau pun hatimu terlalu sedih untuk mencintai
meski hatimu kau rasakan sebagai sebuah permainan
barangkali kasih sejatimu hanya terlalu pagi untuk kau dapati

dan jika pun, dia tak pernah dapat kau jumpai lagi..
cobalah sebuah saranku, tersenyumlah setiap bangun pagimu
lihatlah luas dunia indah menyambut harimu
saat kau melangkah dalam udara beku

mengapa kau tak berjalan ke danau itu
dalam riang hatimu, meski seorang diri dam merenungi
cinta yang agung, cinta seperti itu terus bertumbuh selama kehidupan
berjalan
kebanyakan hal terindah dalam hidup, memerlukan waktu yang lama
dan penantianmu, jika kau ingin, tidaklah sia-sia
jika pun ia tak akan pernah datang, menepati janji tempo hari
kau dapat berharap dari Tuhanmu
: Dia akan memberikan pengganti
di malam-malam suci lainnya
dan kau seharusnya tahu benar
malam suci-Nya bukanlah hanya malam itu.
setiap malammu, adalah malam suci dimata-Nya
(sumber : sebuah email dari seorang teman)

Pesona

Pesona mencari mangsa
memetik kecapi tua di ujung sana
Nafas alam menembus rongga kecapi
mengacaukan nada-nada!

...
dengan senyum, ia menggoda sang angin

Rabu, Oktober 17, 2001

Suatu pagi di telaga hening

kau duduk di telaga hening
seorang diri

walau orang membisu
terhadapmu
namun kau tak peduli

sampan perahu kau lepas
menghanyut diri
sepi....

kini kau duduk di telaga hening
seorang diri

Wajah dalam cermin (2)

masih kucari dan kurangkaikan pecahan cermin ini...
siapa sangka kini dia berontak,
mencari tempatnya di dunia yang sudah sesak ini;
mencari jadi dirinya.

Sedangkan malam makin larut...
malam makin memakan sepiku!

Selasa, Oktober 16, 2001

Wajah dalam cermin

ketika kau tatap dalam cermin
masihkah terlihat seraut wajah lugu tanpa dosa
jikapun ada
itu bukan milikmu !!!

Hanya bayangan!
yang terkunci dalam kurungan maya...

kepingan wajah itu
tak dapat berkata dan bersua
Aku anak jaman!
hidupku bukan untuk
kepingan kaca...

Senin, Oktober 15, 2001

Ugh!

dan aku masih di sini... kebingungan...
Ugh!
Ada yang bisa membantuku?
tak ada seorangpun yang menjawab *senyap*

Kulihat ada cahaya kecil di kejauhan
Ugh!
Ugh!
Ugh!
Ugh!
Ugh!
Semakin dekat cahaya itu semakin jelas
Sebuah pondok tua beratapkan jerami
dan di depan pondok tersebut duduk seorang nenek yang sedang merajut asa

Kutanyakan kepadanya,
dan nenek tersebut tersenyum...
"Dalam perjuangan hasil bukanlah yang utama,
bagaimana kamu melewatinya... itulah bekal yang akan selalu kau bawa"

Terjawab sudah ! Sekarang aku sudah bisa tersenyum...
penuh kemenangan
atas keringnya angin padang pasir...

Coretan si Bocah

Lembaran ini kini telah tercoret...
oleh tangan jahil sang bocah

Dia tersenyum, memamerkan giginya yang masih ompong.
"Ini aku si bocah..." Katanya menyapa dunia, menyatakan keberadaannya.

Dirinya kini telah lahir, -namun bukan dari rahin bunda-
Ia sekedar mencoba mencoret lembaran-lembaran kehidupan
yang masih putih tanpa noda.

Baiklah, selamat menikmati coretan si bocah...