Gallery Puisi: Coretan si Bocah

Ini adalah tempatku untuk mencurahkan segala yang terlintas dalam pikiranku melalaui coretan-coretan ringan...

Kamis, September 26, 2002

Logika dan Cinta

logika dan cinta;
yang mana lebih kau rasakan saat tertarik pada seseorang?
Mencintai dengan seribu satu alasan dan logika... bahkan mungkin menjadi benci karena logika mengalahkan cinta. Begitu mengerikan... kalau boleh memilih, biarkan aku tetap bodoh dan buta tentang cinta. Biarkan kumencintai tanpa alasan. Biarkan logikaku hanya untuk matematika!
Aku ingin mencintai dengan hati, mengagumi dengan perasaan, dan menyayangi dengan seluruh jiwa ragaku.
Biarkan aku mati oleh cinta... yang tanpa logika!

Panggung Sandiwara

permainan waktu
menghilangkan batas pemeran dan penonton
kita yang hanya duduk dipinggir...
menunggu adegan selanjutnya seakan ikut terhanyut...
menjadikan dunia hingar bingar menjadi badai pikiran!
kita sudah ada di dalam cerita
tak ada jalan untuk mundur...
selesaikan kisahmu sendiri...

Kamis, September 05, 2002

Obat Patah Hati

Ketika kita sayang , cinta yang tulus dan bener-bener tulus, terasa hidup kita hanya untuk dia, pada seseorang .... yang selalu melingkupi hidup kita. Perasaan sakit karena menahan sesuatu beban kerinduan. Ketika hidup terasa hampa bila tak jumpa dengannya. Ketika perasaan yang tak menentu ... pikiran kosong, nggak bisa ngapa2in bila tak jumpa dengan dia! Tapi apa daya kita. " Cinta tak bisa dipaksa ". Akankah cinta yang tulus itu berakhir hanya karna bertepuk sebelah tangan?!!!! Gimana biar hati nggak PUPUS?!!

Waktu dan kebesaran jiwa. Cinta emang bisa ngalahin segala hal,bahkan diri kita sendiri but pada akhirnya cinta akan menyerah pada.... KENYATAAN

Egoisme itu datang lagi
Ia mengadu
Mencintaimu
Sepenuh hati
Menggoda jiwaku
Usapi tubuhku
Melenakan
Ia bisiki aku perlahan

Cinta ini terlalu indah untuk kau lupakan
Jika mencintainya berarti beku,
biarkanlah kau alami kelu
Jika mencintainya berarti mati,
biarkanlah kau alami ribuan kali
Jika mencintainya berarti derita,
biarkanlah kau alami selamanya

[Catatan Pujangga Patah Hati]