Jiwa, Raga dan Cinta
Malam ini dia mengeluh, ternyata jiwa itu tidak abadi. Dia sudah tahu sejak dahulu. Namun kini seolah diingatkan kembali. Susun-susunan balok hanya membentuk benteng yang rapuh bagi raganya. Mudah saja dirobohkan oleh Sang Bayu dengan sekali hembusan. Bila jiwa dan raganya begitu rapuh, apakah cintanya masih bisa bertahan?

<< Beranda